Ditelepon Jokowi, Demo Buruh Langsung Balik Kanan

Solidaritas.net – Aksi unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan oleh kaum buruh mendapat perhatian dari Presiden RI Joko Widodo. Dari luar negeri, politisi yang akrab disapa Jokowi itu memantau aksi unjuk rasa yang digelar buruh di Jakarta. Ia menyempatkan diri menelepon perwakilan buruh saat mereka berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

demo buruh 10 desember 2014
Demo buruh di Bundaran HI, Jakarta, 10 Desember 2014. © Liputan6.com / Johan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menelepon Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nenawea. Anehnya, setelah ditelepon Jokowi, perlahan-lahan massa buruh pun mulai membubarkan diri dari aksi unjuk rasa tersebut. Lalu, apakah yang sebenarnya disampaikan oleh Jokowi dan diperbincangkannya dengan Andi Gani?

“Kawan sekalian, ini adalah sejarah perjuangan buruh Indonesia. Saya baru saja dapat telepon dari Jokowi di Korea Selatan. Buruh akan dilibatkan dalam penyusunan APBN 2015,” kata Andi Gani berseru di tengah keramaian massa buruh,  dari portal berita CNN Indonesia.

Disebutkannya lagi, pelibatan buruh dalam penyusunan APBN 2015 nanti oleh Presiden Jokowi merupakan hasil kerja keras 49 konfederasi buruh. Selama ini mereka telah bersatu dalam memperjuangkan hak-hak mereka, dan kemudian melakukan aksi unjuk rasa secara serentak di Jakarta untuk menuntut kenaikan upah minimum buruh sampai 30 persen. (Baca juga: Forum Buruh Jakarta “Serbu” Balaikota DKI Jakarta)

Selain itu, menurut Andi Gani, Presiden Jokowi juga berjanji akan mengakomodasi tuntutan kamu buruh. Dia akan menjadwalkan pertemuan dengan beberapa presiden konfederasi buruh sepulang dari tugasnya ke Korea Selatan. Kemudian, dia juga berjanji akan blusukan dengan mengunjungi lokasi kerja buruh di Tangerang dan sekitarnya. Janji lainnya dari Presiden Jokowi adalah meluncurkan beberapa program baru untuk kesejahteraan buruh.

“Di sana (dalam pertemuan) nanti Jokowi akan meminta kami membentuk Tim Ekonomi supaya tahu kebutuhan buruh. Jokowi bilang akan ada perumahan dan transportasi buruh,” kata Andi Gani lagi, sembari menegaskan mereka adalah pendukung Presiden Jokowi sejak Pilkada Jakarta 2012 sampai Pemilu Presiden 2014 dan akan terus mengawal pemerintahan.

(Baca selanjutnya di halaman 2)

Oleh karena itu, jika Presiden Jokowi ternyata nanti mengkhianati janji-janjinya tersebut, maka menurutnya seluruh kaum buruh mengancam akan merebut mesin-mesin produksi untuk dikuasai. Selain itu, para buruh juga akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan penuh yang jauh lebih banyak dari saat ini, untuk memperjuangkan hak-hak mereka. (Baca juga: Ribuan Buruh Kepung Gedung Sate Tuntut Revisi UMK 2015)

“Kalau janji palsu, kita kembali lagi ke sini tagih janji Jokowi. Kita bisa kuasai pabrik-pabrik dan mesin-mesin, kita bisa hentikan produksi,” tambah Andi Gani dengan tegas soal perjuangan mereka dalam mendapatkan kesejahteraan bagi para buruh dan dalam mengawal pemerintahan Presiden Jokowi untuk menyejahterakan semua rakyat Indonesia.

Usai mendapatkan janji-janji manis dari Presiden Jokowi itu, Andi Gani dan para koordinator aksi lainnya pun memberikan komando kepada massa buruh untuk membubarkan diri. Para buruh yang berasal dari berbagai serikat pekerja, seperti KSPSI, KSPI, KSBSI, FSPMI dan, SPN, dan puluhan federasi serikat pekerja lainnya itu pun mulai bubar dari Istana Negara.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan