Dinilai Berangus Serikat Pekerja, Nike Dipetisi

Perlawanan terhadap kasus union busting di subkontraktor Nike PT Chang Shin Indonesia terus berlanjut. Kali ini, aktivis buruh membuat gerakan pengumpulan pesan publik (petisi) di situs sumofus.org. Sampai saat berita ini diturunkan, sudah 136.665 dukungan yang berhasil dikumpulkan dari target 150 ribu dukungan.

“Nike mengklaim menghormati hak berserikat buruh tanpa pelecehan, gangguan dan pembalasan, namun sembilan pekerja di Indonesia tidak mendapatkan hak tersebut,” isi petisi sumofus.org.

Buruh membentuk serikat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di pabrik sepatu Nike, PT Chang Shin Indonesia untuk menegosiasikan upah yang lebih layak, asuransi kesehatan yang lebih baik dan pembayaran bonus yang dijanjikan oleh perusahaan. Pihak manajemen mengabaikan tuntutan tersebut, kemudian mulai melakukan intimidasi  ketika buruh berdemonstrasi pada 31 Desember 2013. Pemimpin pemogokan, Ato dan delapan buruh lainnya dipecat.

“Setelah dipecat, Ato dan kawan-kawan mendirikan tenda di luar gerbang pabrik PT Chang Shin. Mereka mendapatkan solidaritas dari anggota serikat lainnya secara damai, namun perusahaan mengerahkan kelompok pengamanan yang mengintimidasi buruh. Pengerahan polisi, tentara, sekuriti pabrik dan preman bayaran untuk mengusir buruh yang mendirikan tenda,” lanjut petisi tersebut.

Gerakan petisi ini mengajak masyarakat untuk mengingatkan Nike agar membayar penuh hak-hak buruh dan membersihkan perusahaan rantai pasokan dari tindakan yang tidak menghormati kebebasan berserikat. Nike disebut konyol jika tidak mampu memenuhi tuntutan pekerja sebab raksasa pakaian olahraga ini memperoleh penjualan $25,3 juta pada tahun lalu.

Bantu perjuangan buruh PT Chang Shin Indonesia, Ato dan delapan buruh, dengan mengisi petisi di bawah ini:

http://action.sumofus.org/a/nike-nine/?sub=fb

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan