Buruh Anambas Ancam Mogok Kerja Tuntut Bahas UMS

Category: Arsip 19 0

Solidaritas.net | Kepulauan Anambas – Meskipun tahun 2015 sudah berjalan beberapa hari, namun Upah Minimum Sektoral (UMS) minyak bumi dan gas (migas) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau belum juga ditetapkan. Pembahasan mengenai UMS tersebut hingga saat ini memang tak kunjung menemui kesepakatan, bahkan terkesan sengaja tak dihiraukan.

foto mogok kerja.
Foto ilustrasi. Kredit: antarafoto.com.

Tidak heran jika kaum buruh pun mulai merasa resah. Bahkan, para buruh yang tergabung dalam Federasi Konstruksi Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI SBSI) akan mengambil tindakan, dengan mengancam akan menggelar aksi mogok kerja menuntut agar pembahasan tentang besaran UMS tahun 2015 tersebut segera dilakukan.

“Ini langkah kita yang terakhir, aksi mogok kerja dan demo. Sekali lagi kami akan berikan waktu kepada perusahaan untuk bersama dalam membahas UMS. Kalau nggak, ya, terpaksa kami lakukan aksi,” kata Adnan, Ketua FKUI SBSI Kabupaten Kepulauan Anambas di Tarempa, Kepulauan Anambas, Kamis (1/1/2015), seperti dikutip dari BatamToday.com.

Dalam aksi mogok kerja yang mereka persiapkan tersebut, rencananya akan diikuti oleh sedikitnya 2.000 orang buruh dari 21 perusahaan, di mana para buruh tersebut bernaung di bawah FKUI SBSI Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun, meski begitu, Adnan mengaku saat ini belum menentukan hari dan tanggal pelaksanaan aksi mogok kerja tersebut.

Pihaknya sendiri berencana terlebih dahulu akan menyurati seluruh perwakilan perusahaan West Natuna Concorcium (WNC), yang merupakan perwakilan dari pihak perusahaan. Maksud surat ini akan berbeda dengan surat-surat sebelumnya, dimana akan memberikan tenggat waktu kepada perusahaan. Soal tenggat waktu ini, dia akan berkoordinasi dulu dengan internal perwakilan serikat pekerja, agar mendapatkan keputusan bersama-sama.

“Intinya, dalam surat tersebut akan tetap mengajak kepada perusahaan untuk duduk bersama dalam membahas UMS. Namun kita beri batas waktu dalam surat itu. Apabila surat tersebut juga tidak diindahkan, berarti, kan, tidak ada iktikad baik dari perusahaan untuk membahas UMS bersama,” ujar Adnan lagi kepada para wartawan memberikan penjelasan.

Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya telah menyurati WNC untuk bersama membahas UMS tersebut. Balasan surat yang diterimanya dari perwakilan perusahaan itu pada 24 Desember 2014 lalu ternyata tidak memuaskan. Isinya, pihak perusahaan masih menunggu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Kepulauan Anambas. Padahal, di media-media Disnaker sudah mengimbau setiap perusahaan untuk segera membahasnya.

Sementara itu, ketika wartawan mengkonfirmasi kepada salah satu perusahaan migas yang tergabung dalam WNC, mereka mengatakan semua surat dan permintaan buruh telah ditanggapi oleh WNC. Bahkan mereka mengaku juga sudah membalas surat dari Disnaker.

“WNC telah merespon surat dari Disnaker Anambas tertanggal 3 Desember 2014 pada tanggal 12 Desember 2014. WNC juga telah merespon surat dari SBSI tertanggal 13 dan 20 Desember 2014 pada tanggal 24 Desember 2014,” demikian pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik oleh media relations salah satu perusahaan yang diterima wartawan.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close