Bupati Purwakarta Akan Lempar Buruh yang Demo Saat May Day

Solidaritas.net, Purwakarta- Menjelang peringatan hari buruh internasional yang akrab disebut May Day pada Jumat (1/1/2015), mendapatkan banyak respon dari berbagai kalangan baik dari buruh itu sendiri, aktivis maupun pemerintah. Seperti tanggapan yang berasal dari Bupati Purwakarta, ia akan melempar buruh apabila masih melakukan demo pada peringatan May Day.

dedi mulyadi bupati purwakarta
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Seperti yang dilansir Tempo.co, “Kalau masih ada buruh berunjuk rasa menuntut upah, dibaledog ku aing (dilempar sama saya),” kata Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi pada Selasa(28/4/2015)

Menurut Dedi, upah buruh di Pyrwakarta sudah tinggi oleh kebijakannya, sehingga tidak boleh demo. Apabila buruh masih melakukan aksi demo pada May Day maka akan dilempar.

Untuk membuktikkan upah buruh di Purwakarta terbilang tinggi, ia pun menjelaskan kisaran upah buruh di wilayah yang ia pimpin itu. Dijelaskannya, untuk kelompok jenis usaha (KJU) 1, yang meliputi industri seperti industri rayon atau viscose, alat kesehatan, dan cat, besaran UMK mencapai Rp.2,9 juta.

Sedangkan untuk industri yang masuk KJU 2, seperti industri komponen otomotif, besaran UMK-nya mencapai Rp.3,2 juta. Kemudian, perusahaan yang masuk KJU 3 seperti industri otomotif, besaran UMK-nya mencapai Rp.3,4 juta per bulan.

Demikian pula di sektor tekstil dan garmen yang menurutnya juga sudah bagus. Bagi buruh yang baru bekerja upahnya Rp 2,1 juta sedangkan yang sudah bekerja di atas 5 tahun upahnya mencapai Rp 2,6 juta.

“Jika dihitung dengan lembur penghasilannya bisa mencapai Rp 3 jutaan per bulan,” katanya.

Ia menyarankan agar peringatan May Day kali ini dimanfaatkan sebagai momen memperjuangkan nasib buruh yang berada di sektor informal.

Sayangnya fakta berkata lain, masih banyak persoalan buruh yang tidak bisa disederhanakan dengan nominal upah. Salah satu contoh yang terjadi pada seorang buruh PT Indopanca Centratex Purwakarta, Aisyah buruh asal Desa Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat tewas mengenaskan akibat kepalanya terjepit mesin pemintal benang pada Selasa (14/10/2015).

Seperti yang dilansir News.liputan6.com, “menurut keterangan dari saksi, korban sedang memintal benang kemudian kerudungnya tertarik ke mesin pemintal. Akhirnya dia tertarik hingga kepalanya masuk ke dalam mesin,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Tri Suhartono.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan