Buntut Diprotes Hadir di Kampanye Donald Trump, Fadli Zon Akan Somasi Imam Masjid New York

fadli zon dan donald trump
Fadli Zon berfoto dengan Donald Trump. Foto: @fadlizon.

Solidaritas.net, Jakarta – Polemik kehadiran Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dalam komferensi pers kampanye kandidat calon presiden Amerika Serikat Donald Trump di New York, AS, beberapa waktu lalu, terus berbuntut panjang. Imam Masjid New York, yang kebetulan orang Indonesia, Shamsi Ali, pun turut mengomentarinya dan sangat menyanyangkan tindakan kedua pejabat negara itu, dengan menulisnya di laman Facebook.

Namun, dengan tanpa merasa bersalah, Fadli malah menuding komentar Shamsi tersebut sebagai sebuah fitnah. Politisi dari Partai Gerindra itu pun mengancam akan mensomasi Shamsi, karena dianggapnya telah menyebarkan fitnah melalui tulisannya di Facebook itu. Dia langsung mengirim pesan singkat kepada Shamsi dan meminta ustadz tersebut untuk mengoreksi tulisannya itu. Fadli menjawab dan membantah setiap pernyataan dari Shamsi.

“Itu bbrp hal yg sy minta dikoreksi. Namun jika tdk, sy akan melayangkan somasi sebagai pelanggaran thd UU ITE. Sy akan tunjuk pengacara saya. Terima kasih,” tulis Fadli dalam pesan itu, seperti dikutip dari akun Facebook resmi Shamsi Ali Satu, Minggu (6/9/2015).

Bahkan, sebelumnya Fadli juga sempat mempertanyakan kebenaran status Shamsi sebagai Imam Masjid New York. Menurutnya, masjid yang dibangun Indonesia itu sudah tidak ada.

“Apakah benar Bapak Imam di Masjid New York? Setahu saya masjid yg dibangun Indonesia dan sdh tdk lagi. Terima kasih,” tulis Fadli dalam pesan singkat sebelumnya kepada Shamsi.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Setya dan Fadli yang sedang melakukan kunjungan kerja ke markas PBB di New York, tiba-tiba terlihat hadir dalam konferensi pers kampanye Trump. Bahkan, Setya sempat diperkenalkan kepada massa, sedang Fadli berfoto dengan seorang perempuan warga AS yang sedang memegang spanduk dukungan untuk Trump sebagai kandidat calon Presiden AS. Padahalnya, ketika itu mereka sedang dalam perjalanan dinas.

Karena merasa kecewa, masyarakat mengungkapkannya melalui berbagai cara. Beragam komentar miring disampaikan para netizen melalui sosial media dan internet terkait hal itu.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan