BMI di Hong Kong Kirim Doa untuk Pengungsi Rohingya

Category: Arsip 32 0

Solidaritas.net, Hong Kong – Meski jauh merantau di negeri orang untuk berjuang melanjutkan hidup, kepedulian para buruh migran Indonesia (BMI) ternyata tetap tidak hilang. Bahkan, tidak hanya memikirkan diri sendiri dan negerinya, mereka juga menunjukkan rasa kemanusiaan pada bangsa lain, seperti para pengungsi Muslim Rohingya yang sedang menghadapi konflik di tanah airnya, dan banyak mengungsi ke Indonesia karena ditolak di negara-negara lain.

doa untuk rohingya
Doa buruh migran untuk pengungsi Rohingya

Rasa kepedulian para buruh migran Indonesia itu terlihat dalam kegiatan yang mereka gelar berupa acara istighotsah dan doa bersama bagi para pengungsi Muslim Rohingya. Gabungan Migran Muslim Indonesia di Hong Kong (GAMMI-HK) menggelar acara tersebut di lapangan Victoria Park, Hong Kong pada Minggu (31/5/2015). Sekitar 90 anggota GAMMI-HK ikut serta dalam acara itu, dan dihadiri pula undangan dari Komunitas Katolik Indonesia di Hong Kong.

“Tujuan daripada acara istighotsah ini adalah tulus atas dasar rasa kemanusiaan tanpa memandang ras, suku, agama maupun perbedaan. Kita sama-sama manusia yang berhak atas kesejahteraan dan pengakuan baik secara lokal maupun international,” jelas Ketua GAMMI-HK, Romlah Rosyidah (36), saat dihubungi oleh Solidaritas.net, Senin (1/5/2015).

Acara yang dimulai pukul 16.00 waktu setempat itu dibuka dengan pembacaan umul kitab. Kemudian, Rosyidah menyampaikan pidatonya tentang Muslim Rohingya, serta peristiwa gempa di Nepal yang juga dibahas dalam acara itu. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan asmaul husna dan istighotsah, pidato solidaritas oleh Ustadz Amrullah Amsar dari Lajenah Intelektual dan Advokasi Hukum Jakarta, serta ditutup dengan doa dan foto bersama.

“Saya sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa Muslim Rohingya, apalagi mereka sangat terancam hudupnya ketika beribadah. Kisahnya sama persis zaman masa peradaban Rasulullah di mana setiap orang muslim yang kedapatan beribadah akan dibunuh, sementara mereka tidak ada pilihan kecuali harus mengungsi dan terdampar. Seorang Muslim dengan Muslim lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu sakit, maka sekujur tubuh akan merasa sakit.

“Untuk gempa yang barusan menimpa warga Nepal, kita sangat prihatin juga karena kejadiannya sama persis peristiwa Tsunami Aceh Darussalam. Karena itu kawan-kawan GAMMI berinisiatif mengirim doa bersama terhadap mereka sebagai rasa solidaritas dan turut berduka,” kata buruh migran asal Ngawi, Jawa Timur itu memberikan komentarnya.

Selain itu, seminggu sebelumnya, warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat juga menggelar aksi solidaritas dengan melakukan penggalangan dana dan bantuan bagi para pengungsi Muslim Rohingya. Aksi kemanusian itu digelar di Lapangan Karang Pawitan, Karawang, Minggu (24/5/2015) dari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Mereka mengumpulkan bantuan berupa dana, logistik, obat-obatan hingga pakaian layak pakai bagi para pengungsi tersebut.

Aksi solidaritas dan kemanusiaan bagi para pengungsi Muslim Rohingya ini juga dilakukan di banyak daerah lainnya di Indonesia. Bahkan, termasuk juga beberapa negara lain di dunia.

Foto:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=999853516706557&set=pcb.999861876705721&type=1&permPage=1

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close