Anti Asing ala Prabowo Hanya Jargon Kampanye, Buktinya Fadli Zon Beri Dukungan Pada Donald Trump

prabowo anti asing

Solidaritas.net, Jakarta – Anti asing ala Prabowo Subianto ternyata hanya jargon belaka. Hal itu dibuktikan dengan salah seorang kepercayaannya, wakil ketua umum partai Gerindra, Fadli Zon, yang justru menghadiri siaran pers kampanye calon presiden Amerika Serikat dari partai republik, Donald Trump (DT) untuk memperkuat investasinya di Indonesia.

“Martabat bangsa mana yang direndahkan dengan bertemu DT. Ia adalah pengusaha sukses sejak lama. Punya investasi di Indonesia. Bagi saya bagus ada investor masuk di saat ekonomi terpuruk. Saya sendiri merasa terhormat bertemu DT. Kami bukan ketemu seorang koruptor, penjahat perang atau kriminal, tapi pengusaha sukses yang berinvestasi di Indonesia!” ungkap Fadli Zon saat menanggapi kritikan dari seorang imam masjid di New York, Shamsi Ali.

Trump sendiri adalah seorang pengusaha real estate dan raja judi yang memiliki banyak kasino besar di berbagai wilayah di dunia. Selain itu, dia juga dikenal sebagai seorang yang sangat anti dengan Islam dan imigran, termasuk imigran dari Meksiko yang masuk ke AS.

Anehnya, PKS sebagai rekan koalisi Gerindra ditubuh Koalisi Merah Putih (KMP) yang mengetahui latar belakang DT justru bungkam. Padahal semestinya PKS bisa lebih kritis menanggapi ulah pimpinan DPR itu.

Diketehui, Fadli Zon dan Setya Novanto adalah anggota DPR yang berasal dari Koalisi Merah Putih (KMP), dimana pada pilpres 2014 lalu mengusung Prabowo Subianto. Dulu, dalam kampanyenya Prabowo dan para pendukungnya selalu menekankan slogan “anti asing” dan kemandirian ekonomi. Perdebatan di media sosial memanas, pendukung Prabowo tak terima jika Jokowi menjadi presiden sebab dinilai pro asing.

Bahkan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto juga pernah mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan asing menguasai seluruh Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Jangan biarkan asing menguasai seluruh SDA Indonesia. Sudah saatnya direbut kembali dan dinikmati oleh rakyat,” kata Prabowo di Jakarta, Minggu, (8/3/2015), dilansir dari Antaranews.com.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan