Aliansi Buruh Bekasi Geruduk PT MDI

Category: Arsip 129 0

Solidaritas.net, Cikarang – Ratusan massa Aliansi Buruh Bekasi melakukan aksi di depan PT Murakami Delloyd Indonesia (MDI) sebagai protes terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh manajemen PT MDI terhadap anggota Federasi Pekerja Industri Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FKI-SPSI), Jumat (7/02).

Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi yang pernah dilakukan oleh buruh sebelumnya di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan PT MDI, Kamis (30/01).

Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Agus Ahmad Sudrajat menjelaskan aksi ini merupakan bukti bahwa FKI SPSI punya massa.

“Manajemen PT MDI, kan, mengatakan FKI tidak punya massa. Jadi, kami buktikan bahwa FKI SPSI itu punya massa,” tegas Agus.

Bidang Advokasi FKI SPSI, Fransiscus mengatakan tidak ada dasar hukum PHK tersebut, sekalipun dianjurkan oleh Disnaker.

“Apa dasar Disnaker mengeluarkan anjuran PHK? Padahal buruh MDI telah melakukan mogok secara sah. Disnaker hanya beralasan yang tidak masuk akal, buruh dan pengusaha tidak bisa dipersatukan kembali,” katanya.

Awalnya, buruh melakukan mogok kerja pada tanggal 21 Oktober 2013 setelah melaksanakan proses bipartit dengan pengusaha sebanyak sembilan kali.

“Di dalam Undang-Undang, mogok bisa dilakukan setelah perundingan bipartit sebanyak tiga kali, tapi kami berunding sebanyak sembilan kali untuk menunjukkan itikad baik kepada manajemen. Tapi ternyata setelah dua hari mogok, manajemen tidak memberikan absensi. Tanggal 27 Oktober, ormas yang disewa manajemen membubarkan mogok kami. Manajemen juga memasukkan 60 orang karyawan untuk menggantikan kami,” terang Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) FKI SPSI, Heri Susanto.

Heri juga menyesalkan pihak manajemen yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada buruh, padahal Disnaker melarang perusahaan memPHK selama masih dalam proses perselisihan.

“Masalah ketenagakerjaan di dalam pabrik ini banyak. PKWT (buruh kontrak) yang sudah 6, 7 tahun tidak diangkat, tapi ada karyawan yang baru 3 bulan kerja sudah jadi karyawan tetap. Masalah kayak ini yang menimbulkan kecemburuan sosial,” kata. (Rn)

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close