Aktivis dari Berbagai Organisasi Galang Dukungan untuk Mary Jane

Category: Arsip 25 0

Solidaritas.net, Jakarta – Pemerintah Indonesia sudah menentukan tanggal eksekusi hukuman mati terhadap terdakwa sindikat perdagangan narkoba, Mary Jane Fiesta Veloso. Warga negara Filipina itu akan dieksekusi mati pada Selasa, tanggal 28 April 2015 di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Notifikasi soal eksekusi hukuman mati tersebut telah diberikan kepada perwakilan Negara Filipina dan Negara terpidana lainnya, pada Sabtu (25/4/2015).

lilin untuk mary jane
Aksi menyalakan lilin untuk mendukung pengampunan Mary Jane, 28 April 2015 malam. Foto: facebook.com/sring.

Terkait rencana eksekusi hukuman mati ibu dua anak itu, dukungan bagi Mary Jane pun datang dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia, terutama dari aktivis. Sebenarnya, para aktivis Indonesia sudah menyerukan dukungan melalui aksi unjuk rasa sejak beberapa waktu lalu. Namun, saat ini dukungan bagi perempuan buruh migran itu semakin banyak.

Tak hanya aksi unjuk rasa, dukungan bagi Mary Jane juga banyak disebar melalui media sosial, seperti Facebook. Harapannya, tentu semakin banyak orang yang mengetahui soal eksekusi mati pada Mary Jane, yang pada dasarnya hanyalah korban. Salah satunya adalah status Ali Paganum, Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) di Facebook.

“Mary Jane bukanlah anggota sindikat perdagangan narkoba, ia adalah buruh migran dari Filipina yang menjadi korban perdagangan manusia dan dimanfaatkan oleh sindikat narkoba. Hari ini, Minggu, 26 April 2015, Mary Jane sudah menerima surat pelaksanaan eksekusi mati akan dilakukan pada tanggal 28 April 2015,” tulis Ali pada status Facebook-nya, Minggu (26/4/2015) lalu, seperti dikutip oleh Solidaritas.net, Senin (27/4/2015).

Sedangkan Kokom Komalawati, Sekretaris Umum Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Tangerang melalui status Facebook-nya berharap agar kasus yang menimpa Mary Jane tidak terjadi pula bagi warga negara Indonesia di luar negeri. Menurutnya, Presiden Joko Widodo seharusnya bisa belajar dari kasus ini dan dapat berpikir lebih jernih lagi.

“Semoga petisi untuk Mary Jane yang kemarin diedarkan oleh kawan-kawan ATKI (Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia) mampu melunakkan hati Jokowi. Negara harus bertanggung jawab atas semua ini. Sekarang ini terjadi pada Mary Jane, warga Filipina, dan Jokowi tidak memberikan pengampunan. Semoga besok tidak ada warga negara Indonesia yang mengalami nasib seperti Mary Jane,” tulis Kokom di Facebook-nya, Sabtu (25/4/2015).

Sementara itu, Ketua Bagong-Alyansang Makabayan (BAYAN) Hong Kong dan Macau – salah satu organisasi buruh migran dari Filipina, Eman Villanueva mengungkapkan rasa kagumnya atas dukungan dari masyarakat Indonesia bagi Mary Jane melalui Facebook. Selain itu, dia juga mengkritik pemerintah Filipina tak banyak berbuat untuk menolong warga negaranya.

“Salut untuk kawan-kawan Indonesia yang tak lelah bekerja untuk #saveMaryJaneVeloso, tidak seperti pemerintah kami yang telah mengabaikan MJ selama hampir 5 tahun. Foto “1000 nyala cahaya lilin” di depan istana Presiden. Sementara itu, pendukung Mary Jane yang menyalakan lilin secara damai di luar Kedubes Indonesia di Makati hari ini dibubarkan paksa oleh Kepolisian Nasional Filipina. Sungguh ironis,” tulisnya pula.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close