Ahmed Tetap Semangat Meski Sempat Dituduh Rakit Bom oleh Gurunya

ahmed tetap cerita
Foto: Twitter / @axmariax

Solidaritas.net – Kasus penangkapan yang dialami seorang remaja berusia 14 tahun, Ahmed Mohamed di Irving, Texas, Amerika Serikat, tentunya akan terus membekas di benaknya hingga dewasa nanti. Peristiwa itu pastinya akan menjadi kenangan buruk bagi remaja Muslim yang bersekolah setingkat SMA di wilayah tersebut. Apalagi, Ahmed ditangkap polisi karena dituduh merakit bom oleh gurunya sendiri, yang sebenarnya itu hanyalah jam digital.

Sangat disayangkan lagi, dalam proses penangkapannya itu, Ahmed sempat diborgol oleh petugas kepolisian. Hal itu terlihat dalam foto yang beredar di internet. Remaja berkaca mata itu pun hanya bisa diam dan mengikuti instruksi petugas. Meski saat ini Ahmed sudah dibebaskan, tetap saja peristiwa tragis itu akan membayangi dirinya sampai kapanpun. Untung saja, dia tetap optimis dan bersemangat. Bahkan, masih bisa memotivasi orang lain.

“Jangan biarkan orang mengubah Anda. Bahkan, jika Anda harus berhadapan dengan sebuah konsekuensi untuk itu,” kata Ahmed dalam konferensi pers usai resmi dibebaskan, untuk mengajak siswa-siswa lain berkreasi mengembangkan eksperimen mereka, seperti dilansir oleh The Verge dan dikutip Solidaritas.net dari Beritagar.id, Jumat (18/9/2015).

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Senin (14/9/2015). Ketika itu, Ahmed sedang mengikuti kelas Bahasa Inggris. Namun, tiba-tiba jam digital rakitan hasil kreasinya berdering dan membuat kaget seisi kelas. Sebenarnya, jam digital itu akan ditunjukkannya kepada guru teknologinya. Namun, saat itu, guru Bahasa Inggrisnya malah curiga bahwa itu adalah bom rakitan, sehingga langsung melaporkan Ahmed kepada petugas kepolisian setempat.

Gara-gara laporan gurunya itu, Ahmed pun diboyong oleh aparat polisi ke pusat penahanan remaja. Dia sempat diinterogasi terkait barang rakitan yang dibawanya ke sekolah. Seperti dilansir Washington Post, dalam proses interogasi itu petugas kepolisian sempat berulang kali mengulang nama belakang Ahmed, seakan-akan mencurigai namanya tersebut. Dia baru dibebaskan dari kemungkinan tuntutan hukum dua hari setelahnya, Rabu (16/9/2015).

Ahmed akhirnya bisa lepas karena tuduhan yang ditujukan padanya tak terbukti. Diberitakan Dallas Morning News, Kepala Polisi Irving mengumumkan mereka tidak akan melanjutkan perkara Ahmed, dan menyebut kejadian itu ‘kecelakaan yang naif. Sayangnya, pihak sekolah terlanjur menjatuhkan skors tiga hari pada Ahmed, sehingga dia berpikir pindah sekolah. Pihak sekolah juga baru mengeluarkan pernyataan setelah dikecam oleh publik dan netizen.

“Kami selalu bertanya kepada siswa dan staf untuk segera melapor bila melihat ada sesuatu atau ada tingkah laku yang mencurigakan,” kata perwakilan sekolah, dilansir Kompas.com.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan