Aksi Aliansi Mahasiswa Papua Dilarang Polisi

Category: Uncategorized 9 0

Semarang – Polisi melarang aksi yang dilakukan Alisansi Mahasiswa Papua (AMP ) Kota Semarang. Keterangan anggota AMP Semarang, Bernardo Boma, awalnya aksi yang dllakukan di Patung Kuda Universitas Diponegoro, mendapat larangan dari pihak Polrestabes. Namun setelah negosisasi dilakukan, aksi dapat dilakukan dengan penjagaan ketat.

Aksi AMP Komite Kota Surabaya
        (foto: Morip Tabuni)
               

” Aksi akhirnya dilakukan dengan penjagaan ketat dari Polisi. Aparat kepolisian Polrestabes Semarang. mengerahkan pasukan sebanyak dua peleton untuk menjaga aksi kami,”ujar Bernardo.

Bernado mengaku polisi juga sempat melakukan provokasi , namun peserta aksi tidak terpengaruh.

Aksi  menyerukan agar Pemerintahan Jokowi – JK untuk mencabut resolusi PBB 2054, ini juga berkangsung di Surabaya.

Dalam aksi serentak yang dilakukan di lakukan di dua kota tersebut, AMP Semarang dan Surabaya menuntut pemerintah memberikan kebebasan dan hak bagi warga Papua Barat untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Wakil Koordinator Lapangan (Wakorkap) AMP Kota Surabaya, Morip Tabuni mengatakan Pengesahan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969 melalui Resolusi PBB 2504 pada 19 November 1969, tidak memberikan kebebasan dan rasa aman bagi rakyat Papua dalam Penentuan Pendapat Rakyat.

Saat berlangsung PEPERA, rakyat Papua diintimidasi, diteror, bahkan dibunuh.Sehingga berlangsungnya PEPERA tidak melalui proses yang demokratis.

Aksi AMP Komite Kota Semarang (foto: Bernardo Boma)

” PEPERA mengingkari perjanjian New York yang menghapuskan tindakan penentuan nasib sendiri di Papua melalui mekanisme Internasional yaitu One Man, One Vote ,” terang Morip Tabuni.

Berdasarkan kenyataan tersebut,  dalam aksinya AMP mendesak Pemerintahan Jokowi-JK untuk melakukan  :

1. Memberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.

2. Tutup perusahaan-perusahaan milik negara-negara Imperialis PT Freeport dan lain-lain.
3. Tarik Militer (TNI/POLRI) dari seluruh tanah Papua.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close