Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Migrant Care : Prioritaskan Permasalahan TKI Di Arab Saudi

Kamis, 02 Maret 2017

Jakarta-Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo mendesak Presiden Joko Widodo agar memanfaatkan kunjungan Raja Salman untuk membahas persoalan buruh migran Indonesia di Arab Saudi.

Sumber: Pixabay.com
Wahyu Susilo mengatakan, walaupun terjadi moratorium pengiriman Pekerja Rumah Tangga (PRT) ke Arab Saudi pada pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono tahun 2011 silam namun arus PRT tetap mengalir.

Ia memaparkan negara Arab Saudi merupakan negara tujuan utama buruh migran Indonesia ke Timur Tengah, dengan jumlah tenaga kerja sekitar 1,5 juta dan sebagian besar bekerja sebagai pekerja domestik.

Tahun ini kata Wahyu, terdapat sekitar 25 buruh migran yang terancam hukuman mati, sedangkan 4 orang lainnya telah menerima vonis.

"Oleh karena itu Presiden Jokowi harus memprioritaskan agenda perlindungan buruh migran Indonesia dalam pembicaraan bilateral dengan Raja Salman dan komitmen perlindungan pekerja rumah tangga migran serta diplomasi pembebasan buruh migran Indonesia yang terancam hukuman mati," kata Wahyu.

Selain itu perlindungan terhadap buruh migran di Arab Saudi masih sangat minim. Buruh migran kerap mengalami penganiayaan, pemerkosaan hingga pembunuhan.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Rabu (1/3) mengatakan saat ini belum ada kesepakatan kerjasama antara Indonesia dengan Arab Saudi. Kedua belah pihak masih membahas nota kesepahaman tentang pengelolaan TKI.

Tentang tuntutan agar Presiden Jokowi membahas nasib TKI, Retno mengatakan Presiden Jokowi telah meminta agar Raja Salman memberikan perlindungan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi.

"Presiden Jokowi sudah berbicara tentang perlindungan WNI di Arab Saudi, dan Raja Salman mengatakan memberikan perlindungan kepada WNI di Arab Saudi seperti warga negaranya sendiri."

Sebelumnya Migrant Care telah mengingatkan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Wahyu mengatakan, kunjungan yang dilakukan September 2015 lalu Migrant Care mendesak agar Jokowi melakukan pendekatan kepada Raja Salman untuk memberikan keringanan bagi TKI yang terancam hukuman mati dan meminta Arab Saudi untuk membuat komitmen perlindungan TKI di Arab Saudi.


Penulis: Muhammad Aras. Kontak penulis di Facebook

*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan