Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Kemajuan Teknologi, Buruh Dibayangi PHK

Minggu, 12 Maret 2017

Jakarta-Kemajuan teknologi atau otomatisasi menempatkan buruh hidup di bawah bayang-bayang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sumber : Pixabay.com
Kun, anggota Dewan Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) dalam seminar nasional di Jakarta pada Senin, 20 Februari 2017,mengungkapkan, jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta di era digital lebih sedikit dibanding pekerjaan yang hilang.

"Statistik ILO mengatakan di era digital ada pekerjaan-pekerjaan yang menjadi hilang dan menciptakan pekerjaan baru tapi selisihnya sangat besar sehingga akan terjadi banyak pengangguran. Kita harus bisa melihat ke depan, kalau menunggu ini terjadi, akan ketinggalan," ujar Kun seperti dilansir Tempo.

Tak hanya di Indonesia, di negara lain kasus manusia tergusur teknologi juga terjadi. Misalnya yang terjadi di pabrik perakitan ponsel di China, dimana perusahaan memproduksi 10.000 Foxbot (robot) untuk menggantikan kerja manusia. sidikitnya baru sebanyak 40.000 Foxbot yang beroperasi sudah mampu mengotomatisasi 60.000 ribu pekerjaan.

Atau yang terjadi di Indonesia pada akhir tahun 2016 silam, dimana jalan tol diupayakan menggunakan sistem pembayaran dari tunai ke pembayaran secara elektronik, akibatnya ratusan ribu pekerja gardu tol dikabarkan terancam PHK.

Otomatisasi bisa dikatakan sebagai penggantian tenaga manusia oleh alat otomatis atau penggunaan robot dalam setiap pengerjaanya. Sehingga otomatisasi menjadi dambaan pengusaha agar keuntungan bisa lebih besar didapatkan dengan menekan sekecil mungkin biaya produksi.

Sebelumnya, diketahui revolusi teknologi telah terjadi sebanyak empat kali yaitu pertama dengan penemuan mesin uap, kedua elektrifikasi, ketiga penggunaan komputer, dan keempat revolusi era digital.

Penulis: Muhammad Aras. Kontak penulis di Facebook

*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan