Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Kedatangan Raja Salman dan Nasib TKI

Rabu, 01 Maret 2017

Jakarta - Pada 1 Maret 2017 Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud datang ke Indonesia. Kunjungan hingga tanggal 9 Maret  mendatang merupakan bagian dari program reformasi ekonomi yang diluncurkan pemerintah Arab Saudi pada tahun 2016 dengan melakukan kunjungan ke beberapa negara di benua Asia.

Sumber: Codepinkphoenix
Kunjungan sang raja minyak tersebut ke Indonesia tidak tanggung-tanggung, jumlah rombongan mantan Gubernur Riyadh tersebut diperkirakan membawa 1.500 orang termasuk diantaranya sepuluh menteri  serta putri dan pangeran.

Persiapan Indonesia menyambut kedatangan mereka pun tidak main-main, fasilitas super mewah disiapkan selama keberadaan mereka di Bali. Misalnya sebanyak 360 mobil mewah merk Toyota Alphard dan Mercedez Benz serta puluhan bus dan truk disiapkan.

Untuk menjaga keamanan selama di Indonesia 10.000 personil keamanan dikerahkan. Forum Pecalang Bali dikabarkan juga menyiapkan 30.000 pecalang yang akan disebar di 1.400 desa adat Bali.

Di tengah hiruk-pikuk kedatangan raja Arab tersebut apakah Presiden Jokowi akan memanfaatkan peluang tersebut untuk meinta Raja Salman memaafkan TKI yang terancam hukuman mati ?

Dilansir dari media BBC.com, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mengatakan saat ini terdapat 40 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terancam mati bahkan terdapat TKI yang segera dieksekusi.

"Kami berharap Presiden Jokowi memanfaatkan pertemuan ini untuk membahas nasib 40 TKI ayng terancam hukuman mati dan perbaikan sistem ketenagakerjaan," ujar Anis.

Salah satu TKI yang terancam hukuman mati adalah perempuan berusia 31 tahun asal Desa Sukadana, Kabupaten Indramayu, Rusmini.

Rusmini divonis hukuman mati di Riyadh sejak 2012 lalu karena dituduh majikanya menggunakan ilmu sihir untuk mempengaruhi keluarga majikan. Hakim juga menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak 1.200 kali dan denda 1 juta real.

Saat ini Indonesia masih menghentikan pengiriman TKI ke Arab Saudi, namun berdasarkan data dari Migrant Care menyebutkan dari pertengahan tahun 2015 hingga akhir tahun 2016 masih terdapat pengiriman sebanyak 2.864 pekerja rumah tangga yang dikirim salah satunya dengan menggunakan visa umroh.

Penulis: Muhammad Aras. Kontak penulis di Facebook

*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan