Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Takut Kontrak Tidak Diperpanjang, Buruh Enggan Berserikat

Minggu, 05 Februari 2017

Bekasi – Dengan alasan takut kontrak kerja tidak diperpanjang sejumlah buruh urung bergabung dengan serikat pekerja. Padahal tidak ada jaminan bahwa pengusaha akan memperpanjang kontrak buruh yang tidak berserikat.

Ilustrasi kontrak kerja
Sumber : www.pixabay.com
Selain itu buruh menganggap setiap keputusan ketenagakerjaan yang dikeluarkan perusahaan harus mereka terima karena merupakan kehendak Tuhan.

“Sudah berusaha kerja dengan baik, kalau tidak diperpanjang berarti itu sudah kehendak yang maha kuasa,” tutur salah seorang buruh yang bekerja di salah satu perusahaan di Kawasan Industri Klari, Kabupaten Karawang, Jumat (3/2/2017).

Dalam beberapa kasus, berakhirnya kontrak kerja tidak berhubungan dengan buruh yang memilih bergabung dalam serikat pekerja. Penilaian pengangkatan buruh kontrak menjadi buruh tetap tidak melalui jalur penilaian transparan , bahkan terkesan tebang pilih. Misalnya, buruh masih mempunyai hubungan darah dengan pengusaha atau dianggap bersikap baik terhadap pengusaha.

Menyikapi hal itu, salah seorang pengurus serikat mengatakan buruh seringkali menganggap berserikat memperbesar resiko kehilangan pekerjaan.

“Mereka takut kehilangan pekerjaan, akhirnya memilih pasrah dan menganggap itu sebagai rencana Tuhan. Makanya yang mau berserikat hanya berkisar puluhan orang,”  kata salah seorang pengurus serikat.

Pengusaha pun kerap menjadikan kontrak kerja sebagai alat untuk mengintimidasi buruh yang ingin berserikat. Manajemen berdalih, buruh harus menjaga hubungan baik dengan pengusaha.

Salah seorang buruh yang enggan disebutkan namanya bercerita pihak manajemen tempat dia bekerja pernah mengatakan seorang buruh tidak perlu berserikat, alasannya perusahaan telah memberikan kerja dan gaji.

“Ngapain berserikat, sudah syukur kerja. Pabrik ini sudah memberi kita kerja, maka jagalah pabrik ini,” tutur salah seorang buruh menirukan ucapan manajemen.

Padahal UU Serikat Pekerja pasal 28 menyebutkan siapapun dilarang menghalangi-halangi pekerja membentuk atau tak membentuk, menjadi pengurus atau tak menjadi pengurus dengan cara mem-PHK, intimidasi, demosi.




*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan