Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Dana Aspirasi DPRD Sulawesi Barat Tak Kunjung Cair, Honor Buruh Tertahan

Sabtu, 07 Januari 2017

Polewali Mandar – Sejumlah buruh bangunan mempertanyakan honor yang tidak dibayarkan utuh. Mereka membangun Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu) di desa Mirring, Kecamatan Binuang dengan dana pembangunan berasal dari dana aspirasi salah seorang anggota DPRD Sulawesi Barat.


Ilustrasi gambar buruh yang sedang bekerja
Sumber foto Pixabay.com
Salah seorang buruh, Nasri mengatakan honor yang seharusnya mereka terima Rp 2juta , namun baru dibayarkan Rp 1,2juta.

"Pos itu sudah lama rampung, tapi tidak kita ijinkan beroperasi dulu sebelum dilunasi," ujar Nasri (4/1).

Tidak hanya buruh yang mempertanyakan sisa honor, salah seorang pemilik usaha bangunan, Marahu mengaku bingung karena kontraktor bangunan susah ditemui.

"Kemarin saya pinjamkan batu bata sebanyak 2000 buah, tapi sampai sekarang belum dibayar. Masalahnya kontraktornya itu bukan orang kampung sini jadi susah nagihnya, saya cuma diberi janji saja."

Padahal, menurut Kepala Desa Mirring, Marianto dana proyek pembangunan Posyandu sudah disahkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) DPRD Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Polman.

"Saya tidak tahu berapa anggarannya, karena yang tender ini langsung saja datang melapor kalau mau bangun Posyandu. Katanya dari aspirasi Dewan Provinsi, setelah itu saya koordinasi ke Dinkes," ujar Marianto, Kepala Desa Mirring. Kecamatan Binuang.

Sementara kontraktor bangunan Posyandu saat ditemui, Ruslan berjanji akan melunasi kekurangan dana pembangunan Posyandu.

"Sementara ini belum cair dananya , baru diurus pencairannya pak.Kalau sudah cair pasti saya lunasi," ujar Ruslan.



*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan