Peringati Hari HAM, Buruh Suarakan Hak yang Dilanggar

Jakarta- Aksi peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia diperingati diberbagai daerah, Sabtu (10/12/2016).

Di Jakarta, peringatan dilakukan dengan menggelar karnaval dan panggung seni oleh Aliansi Demokrasi dan Keadilan Rakyat (ADIL), dimana organisasi buruh tergabung di dalamnya. Seperti Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (GSPB), Serikat Bumi Manusia PT Nanbu (Sebumi), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN).

Aksi peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Jakarta

Buruh menyuarakan tentang hak-hak mereka yang dilanggar oleh perusahaan. Mulai dari hak berserikat, mendapatkan pekerjaan layak, upah layak, kepastian kerja dan jaminan sosial.

“Hak-hak buruh yang tidak diberikan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Walaupun begitu, buruh tidak hanya menyuarakan hak buruh saja, hak kebebasan beragama, hak berekspresi dan hak lainnya juga harus didukung,” tutur salah seorang buruh, Saiful.

Massa juga melakukan long march dengan rute parade Tugu Proklamasi, Diponegoro, Salemba, Pramuka, kembali ke Tugu Proklamasi dan berakhir di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Dalam peringatan ini, Aliansi Demokrasi dan Keadilan Rakyat (ADIL) menyuarakan sembilan belas tuntutan. Diantaranya yaitu menolak peranan militer dalam kehidupan sipil, menolak diskriminasi berbasis SARA dan difabelitas, serta menolak kebebasan berekspresi, berkumpul dan berserikat.
.

Aksi hari HAM di Makassar (Foto: Sutami)

Selain di Jakarta, aksi juga dilakukan di berbagai daerah. Di Makassar,
massa menggelar aksi di Anjungan Pantai Losari dengan membacakan puisi
perjuangan dan melakukan testimoni.

Di Palu, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pelopor Rakyat untuk Demokrasi (Gelora Demokrasi) menggelar mimbar bebas. Gelora Demokrasi menuntut pelanggaran HAM diusut untas, demokrasi sejati diwujudkan, menolak rasisme, mendukung Papua menetukan nasib sendiri, dan menyerukan penolakan terhadap militerisme.

Aksi hari HAM di Palu (Foto: Tahmid)

 Koordinator lapangan, Muhammad Aras menyatakan banyak kasus HAM yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah.

“Ada kasus genosida tahun 1965-1966, korban Daerah Operasi Militer (DOM) Papua, korban DOM Aceh, penculikan aktivis ditahun 1998, tragedi Semanggi I dan II, tragedi Tri Sakti, pembunuhan Munir, dan masih banyak kasus yang belum terselesaikan,”

Peingatan HAM di Papua (Foto: Victor Yeimo)

Di Papua, aksi yang dilakukan KNPB sempat melumpuhkan kota Wamena. Mereka  menyatakan Indonesia telah gagal menjamin dan melindungi HAM masyarakat Papua, dan perlu segera dilakukan referendum bagi Papua.

Selain digelar di Jakarta, Palu , Makasar dan Papua, aksi untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) ke-68 juga dilakukan di Bandung.

Aksi hari HAM di Bandung (Foto: Vidya)

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan