Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Kata Buruh Mengenai Aksi 4 November

Jumat, 04 November 2016

Jakarta- Aksi demo ribuan orang di Jakarta yang meminta Ahok diproses hukum mendapatkan respons beragam dari kalangan buruh.

Ahok dinilai menghina agama Islam saat kunjungannya ke Pulau Seribu karena dalam pidatonya menyebutkan surat Al-Maidah ayat 51 seringkali digunakan oleh lawan politiknya untuk menipu masyarakat agar tidak memilih calon pemimpin non muslim.
Aksi  4  November
(Sumber foto : Merdeka.com)

Pro dan kontra mewarnai aksi itu. Meskipun banyak pihak termaksud buruh yang turut memusuhi Ahok karena merasa tersinggung kemanusiaannya. Adapula sebagian buruh lainnya yang tidak mau turut serta mendiskriminasikan orang lain hanya karena perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Bagi buruh, hal itu sama saja dengan mengingkari kemajemukan bangsa Indonesia. Lagipula, selama pemimpin itu membela rakyat miskin, apapun agamanya, sukunya, ras dan etnisnya, sudah pasti akan dibela rakyat banyak.

Presiden Aliansi Buruh Kontrak Menggugat (ABKM), Mujiyo berpendapat, aksi 4 November tidak salah karena hal tersebut diperbolehkan oleh UU. Hanya saja, kata dia, isu yang dibawa pendemo harus digarisbawahi.

“Isu demo besok adalah sesuatu yang sarat dengan kepentingan politik menjelang Pilkada dan sangat sensitif dengan sentimen SARA, kaum buruh harus fokus pada perjuangan peningkatan kesejahteraannya karena kita tahu hak-hak buruh banyak yang dikebiri oleh pengusaha dan pemerintah,” tegas Mujiyo

Pendapat lain mengatakan, ada persoalan yang lebih prioritas ketimbang mendiskriminasi orang lain karena berbeda SARA.

Kesulitan ekonomi misalnya, upah di bawah UMK, penerapan tenaga kerja kontrak, outsourcing, magang, pemberangusan serikat dan berbagai pelanggaran ketenagakerjaan lainnya. Sebagaimana dituturkan Sekretaris Jendral (Sekjen) Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Unang Sunarno.

“Ahok sudah minta maaf. Jadi, persoalan itu tidak perlu dibesar-besarkan dan dipolitisasi sedemikian rupa. Seolah-olah Ahok sengaja melecehkan umat Islam,” tuturnya kepada Solidaritas.net, Rabu (2/11).

Jika hendak menuntut Ahok, kata Unang, seharusnya mengenai kebijakannya yang tidak berpihak pada rakyat miskin, bukan karena Ahok etnis Tionghoa. Unang menilai, gerakan melawan Ahok demi membela Islam masih perlu dipastikan lagi kebenarannya. Pasalnya gerakan ini ditunggangi berbagai kepentingan politik.

Seperti kata salah seorang buruh PT Devananda Mustika, Boyo. Menurutnya demo 4 November tidak hanya tentang penistaan agama melainkan perang elite politik antara Megawati, Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Ini kepentingan para eliet politik memasukkan isu SARA yang dibungkus dengan label agama. Semestinya buruh dan seluruh masyarakat tidak terprovokasi isu agama ini. Buruh semestinya fokus terhadap upah untuk 2017 yang sebentar lagi mau ditetapkan berdasarkan PP 78,” jelasnya.

Boyo menegaskan, banyak permasalahan buruh yang harus diurai dan diselesaikan. Jadi tidak perlu terbawa kepentingan politik yang dibungkus isu SARA ini.


*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan