Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Satpam Unima Bongkar Posko Mahasiswa

Sabtu, 22 Oktober 2016

Manado- Satpam Universitas Negri Manado membongkar posko yang didirikan mahasiswa, Rabu(19/10).
Posko yang dibongkar adalah posko mahasiswa farmasi yang didirikan untuk menggalang dukungan perihal permasalahan ijin jurusan Farmasi.
Posko mahasiswa Unima (Foto: Iss)
“Saat dibuka, posko ini sempat dibongkar oleh salah seorang satpam Unima, padahal sudah diberikan izin. Kemudingkinan pembongkarannya karena ada acara wisuda,” tutur salah seorang mahasiswa, Jandris.

Menurutnya, posko sengaja dibuka di gedung rektorat yang berjarak kurang dari 20 meter dari Auditorium tempat prosesi wisuda berlangsung, hal ini untuk membuktikan ketimpangan yang terjadi di Unima dimana sudah satu bulan mereka menuntut keadilan, namun pihak rektorat belum memberikan solusi yang adil bagi mahasiswa.

“Pihak kampus selalu berjanji untuk segera memberikan solusi dan mengurus izin program studi farmasi, tapi sampai saat ini kenyataannya janji itu belum ditepati,” lanjut Jandris.

Posko mahasiswa itu mendapat perhatian dari orangtua wisudawan, mereka mampir dan menyatakan keprihatinannya. Mereka juga ikut mendoakan agar masalah yang menimpa mahasiswa Farmasi bisa diselesaikan seadil mungkin.


Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan surat edaran nomor 9271/UN41/PS/2016 disebutkan Farmasi tidak diakui sebagai salah satu program studi (Prodi) di Unima. Pihak kampus berdalih, izin tersebut sulit diurus sehingga mahasiswa Farmasi harus dipindahkan ke jurusan Kimia.

Mahasiswa yang merasa dirugikan menuntut agar pihak kampus segera mengurus izinnya atau jika tidak mengembalikan biaya pendidikan yang selama ini mereka bayar dan berbagai kerugian lainnya. 


*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan