Tidak diakui sebagai program studi, mahasiswa Farmasi Universitas Negeri Manado demo rektor

Yullin menangis saat berorasi (Foto: Iss)

Manado- Aliansi Mahasiswa Peduli Farmasi melakukan aksi di Gedung Rektorat Universitas Negeri Manado (Unima), Selasa(13/9). Mereka menuntut pihak kampus bertanggung jawab tentang surat edaran nomor 9271/UN41/PS/2016 yang menyebutkan Farmasi tidak diakui sebagai salah satu program studi (Prodi) di Unima.

Mahasiswa mendesak pihak kampus untuk mengembalikan biaya pendidikan yang sudah mereka bayarkan jika ijin pendirian program studi tidak segera diurus.

Dari keterangan salah seorang mahasiswa farmasi, Iss menyatakan akibat tidak diakuinya farmasi ada mahasiswa yang belum lulus disarankan pindah ke jurusan lain.

“Jangan mengintervensi mereka, mereka sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, jadi Unima jangan lepas tanggung jawab” tegas Iss.

Aksi ini yang dilakukan puluhan mahasiwa farmasi ini, diwarnai isak tangis karena merasa pihak kampus tidak mempedulikan masa depan mereka.

“Bapak tahu cara naik kelapa?. Bapak berani naik perahu kecil di laut? Orangtua kami mempertaruhkan nyawanya untuk membiayai kuliah kami.Saya jauh-jauh datang dari Halmahera untuk kuliah di sini pak,” ujar Yullin sambil menangis

Setelah mahasiswa melakukan aksi, pihak rektorat melakukan audiensi dengan mahasiswa farmasi. Dalam audiensi tersebut, rektor meminta waktu untuk mengkaji persoalan ini dengan alasan dirinya baru enam hari menjabat sebagai rektor Unima.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan