Terbaru

Editorial

Cari nama perusahaan...

Puluhan Buruh PT Oleochem Tolak PHK Sepihak

Sabtu, 10 September 2016


Medan - Serikat Buruh PT Oleochem yaitu Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 83 buruh PT Oleochem And Soap Industry. Penolakan dilakukan karena di pengadilan perusahaan tidak mampu menunjukkan keadaan pailit. 

Ilustrasi gambar Pemecatan terhadap buruh

“ Saat putusan pengadilan perusahaan tidak mampu menunjukkan dalam keadaan pailit, seperti yang mereka sampaikan saat melakukan PHK . Hal ini tentu saja bertentangan dengan UU No. 37 Tahun 2004 tentang kepailitan,” ujar ketua DPD GSBI Sumatra Utara, Eben.
Bahkan menurut Eben, perusahaan telah memaksa pekerja untuk menandatangani surat PHK yang telah dikeluarkan mulai bulan Juli 2016.

Upaya perundingan telah mereka tempuh dengan pihak manajemen , namun belum menghasilkan kesepakatan.

Selain itu, mereka juga melakukan aksi unjuk rasa di depan PT Oleochem And Soap Industry di Jl Pulau Nias Selatan II Kawasan Industri Medan II Mabar, Sumatra Utara. 

“Hari ini adalah aksi kami yang ke empat kalinya, namun belum juga ada kesepakatan,’’ kata Eben.
Saat ini perusahaan justru telah memaksa buruh untuk menandatangani surat PHK , jika tidak melakukannya buruh diancam tidak akan mendapatkan pesangon. 

 “Saya dipaksa menandatangani surat perjanjian, jika tidak saya tidak akan mendapatkan pesangon,” ujar seorang buruh seperti yang diambil dari dari infogsbi.org. 

Dalam aksi yang dilakukan hari Jumat (9/9), GSBI menuntut agar manajemen membatalkan keputusan perjanjian bersama mengenai PHK dan membayar sisa pesangon yang wajib diterima buruh sesuai dengan UU Ketenagakerjaan. Apabila PT Oleochem terbukti mengalami pailit, pengusaha wajib mendahulukan hak-hak buruh. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 95 ayat (4) UUKetenagakerjaan:

“Dalam hal perusahaan dinyatakan pailit atau dilikuidasi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka upah dan hak-hak lainnya dari pekerja/buruh merupakan utang yang didahulukan pembayarannya”.


*Bantu kami terus menyajikan informasi dengan berdonasi, KLIK DI SINI
Hubungi kami di BBM: 2BCF570E | Whats App/SMS: +6287785576150 | email: redaksi@solidaritas.net. Install aplikasi pembaca berita di Solidaritas.net Apps

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Kami sangat menghargai pendapat Anda, namun kami perlu memastikan komentar Anda tidak mengandung unsur kebencian SARA sehingga komentar Anda harus melalui proses moderasi.

Jangan lewatkan