Ingin Mendirikan Serikat Pekerja, Buruh Dikeroyok

Subang- Anggota garda metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) diduga dikeroyok oleh oknum Laskar Merah Putih, Sabtu (3/9). Diduga pengeroyokan itu dilatarbelakangi pembentukan FSPMI di PT Pungkook.

Ilustrasi gambar penggeroyokan

Buruh PT Pungkook ingin mendirikan serikat pekerja karena diduga banyak terjadi pelanggaran kerja di perusahaan itu. Salah satu contohnya adalah tidak adanya cuti haid bagi buruh perempuan. Padahal hampir 80 persen buruh PT Pungkook adalah perempuan.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun Solidaritas.net, peristiwa terjadi saat dua orang anggota garda metal membeli pulsa sebelum menuju PT Pungkook untuk pembentukan serikat.

 Tiba-tiba sejumlah orang yang mengenakan seragam Laskar Merah Putih datang menghampiri keduanya. Mereka kemudian menanyakan identitas dua orang buruh itu untuk memastikan keduanya adalah anggota garda metal.

Tidak lama kemudian datang 20-an orang berseragam Laskar Merah Putih dan beberapa orang lainnya tidak dikenal langsung mengeroyok dua orang anggota garda metal. Keduanya dipukul dan ditendang hingga terjatuh.

“Bahkan ada yang disiram bensin,” kata sumber Solidaritas.net yang mengetahui kronologi kejadian.

Berdasarkan kasus tersebut, FSPMI Subang mendesak agar Polres Subang serius menindak kasus ini dan mendalami kemungkinan keterlibatan pengusaha, karena diduga kuat pengeroyokan ini terjadi karena pembentukan FSPMI di PT Pungkook. Pasalnya, sebelum kejadian pengeroyokan itu sudah pernah terjadi hal serupa. Saat itu buruh Pungkook yang hendak mendirikan serikat diintimidasi oleh Karang Taruna.

Pendirian serikat pekerja dilindungi oleh pasal 28 UUD 1945 yang mengatur adanya kemerdekaan berserikat dan berkumpul dan pasal 5 ayat (1) UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (UU Serikat Pekerja) yang menyatakan bahwa setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja/buruh.

Sebarkan..

One Reply to “Ingin Mendirikan Serikat Pekerja, Buruh Dikeroyok”

  1. Selama politik penguasa negara tdk berpihak pada kaum lemah (buruh,petani,nelayan) selama itu pula orang lemah/miskin akan selalu menjadi mangsa orang yang lebih kuat, (pengusaha dan penguasa). JALAN MASIH PANJANG. Salam Solidaritas.

Tinggalkan Balasan