Mogok Kerja Buruh Verizon AS Hasilkan Kenaikan Gaji

AS – Perjuangan 40 ribu buruh Verizon
Communication Inc, perusahaan raksasa telekomunikasi di Amerika Serikat (AS),
yang melakukan mogok kerja sejak lebih dari sebulan yang lalu, akhirnya
membuahkan hasil. Para buruh yang tergabung dalam dua serikat buruh,
yakni CWA dan IBEW itu pun berhasil mencapai kesepakatan sementara dengan pihak
manajemen perusahaan, di mana salah satu poin yang terpenting adalah kenaikan
gaji seluruh buruh hampir 11 persen dalam empat tahun ke depan.

Aksi mogok kerja buruh Verizon di AS. Foto: cwa-union.org.

Kesepakatan itu sendiri
dihasilkan pada Jumat, 27 Mei 2016 waktu setempat, dan puluhan ribu buruh
perusahaan itu pun telah kembali bekerja mulai Rabu, 1 Juni 2016 lalu. Selain
kenaikan gaji, beberapa poin lain yang disepakati adalah pihak perusahaan juga akan
mempekerjakan 1.400 pekerja baru, terutama untuk layanan panggilan, serta para
buruh akan mendapatkan kenaikan kecil dana pensiun yang tadinya akan dibekukan
Verizon.

Sedangkan pihak
perusahaan sendiri menerima kesepakatan penghematan biaya melalui
perubahan-perubahan dalam jaminan kesehatan dan pembatasan tunjangan kesehatan
pensiunan. Semua anggota dari kedua serikat buruh masih bisa memberikan
suaranya terkait poin-poin kesepakatan tersebut untuk disetujui, setelah mereka
kembali bekerja.
“Persetujuan ini baik
bagi para karyawan dan pelanggan. Persetujuan ini akan membuat bisnis kita
lebih fleksibel dan bersaing,” ungkap Kepala Komunikasi Verizon, Marc Reed pula
memberikan komentarnya, seperti dikutip Solidaritas.net
dari portal berita Okezone.com.

Seperti diketahui,
sekitar 40 ribu buruh Verizon, termasuk para wakil pelayanan pelanggan dan
jaringan teknisi, di sembilan negara bagian AS melakukan aksi mogok kerja sejak
pertengahan bulan April 2016 yang lalu. Aksi mogok kerja ini menjadi salah satu
mogok kerja terbesar di AS dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, aksi ini pun sempat
menarik perhatian para kandidat calon Presiden AS. Setelah menjalani 13 hari
perundingan yang dimediasi oleh Departemen Tenaga Kerja AS, akhirnya para pihak
menemukan kesepakatan.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan