Melalui Selebaran, ABKM Ajak Buruh Kontrak Berjuang Bersama

Bekasi –
Mengingat banyaknya jumlah buruh kontrak yang belum sadar akan ketidakadilan
yang menimpa dirinya, Presiden buruh kontrak, Mujiyo, dari Aliansi Buruh Kontrak Menggugat (ABKM) melakukan
penyadaran dengan cara mendatangi kontrakan buruh kontrak di daerah sekitar Jatipilar,
Cijingga, Bekasi, Jumat (22/4/2016).

Mujiyo saat memberi penjelasan pada buruh kontrak
di Jatipilar (Foto: Mujiyo)

Mujiyo membagikan
selebaran dan memberikan  pemahaman pada
buruh kontrak. Dijelaskan, bahwa sistem kerja kontrak melanggar Undang-Undang
Ketenagakerjaan dan mengakibatkan buruh tidak memperoleh kepastian kerja.

“Salah
satu bentuk untuk menyadarkan buruh kontrak agar mau belajar dan berjuang
adalah dengan cara membagikan selebaran, ini karena masih banyak buruh kontrak
yang belum paham tentang aturan Undang-Undang Ketenagakerjaan,” tutur Mujiyo.
Tidak
hanya sekali, hal serupa kembali dilakukan oleh Mujiyo pada Rabu (27/4/2016) bersama dengan mahasiswa dari organisasi Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan
Nasional (Pembebasan), di daerah Pasir Konci dan di kawasan EJIP, Cikarang. Selebaran kembali dibagikan kepada setiap buruh yang melewati daerah tersebut.
Bagi
Mujiyo, buruh kontrak berhak mendapatkan kepastian kerja menjadi buruh tetap
sesuai dengan ketentuan undang undang.

“Setelah membagikan selebaran, kami berharap mereka mau
memperjuangkan nasibnya,” tegas Mujiyo.

Mujiyo adalah buruh
kontrak di PT Hitech Ink, yang dikenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak
karena memperselisihkan masalah status kerja. Mengenai buruh kontrak sendiri atau
Pekerja Waktu Tertentu (PKWT) diatur dalam pasal 59 Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Faktanya, mayoritas
perusahaan melanggar aturan tersebut. Penerapan sistem kontrak tidak lagi
sesuai prosedur, contohnya di PT Nanbu, buruh kontrak justru ditempatkan di
bagian inti produksi. Buruh kontrak melakukan pekerjaan yang sama dengan buruh
tetap, tetapi buruh kontrak tidak mendapatkan hak yang sama dengan buruh tetap.
Sebarkan..

Tinggalkan Balasan