Gerobak Tahu 86, Usaha Mandiri Pembebasan Kota Palu

Solidaritas.net,
Palu – Dana adalah komponen yang vital untuk menunjang setiap
aktivitas organisasi. Begitu juga bagi  Pusat
Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) Kota Palu
menganggap penting adanya usaha mandiri untuk menunjang aktivitas organisasi. Oleh
karena itu, Pembebasan Kota Palu membuka usaha mandiri Gerobak tahu 86.

Para pengunjung Gerobak Tahu 86. Foto: Gerobak Tahu 86

Gerobak
Tahu 86 yang dikelola oleh Pembebasan Kota Palu ini adalah sebuah tempat nongkrong sekaligus warung makan sederhana
yang beralamat di Jl Mertadinata (Tondo) tepat di depan masjid
Al-Istigfar. Usaha yang sudah dimulai sejak 15 Maret 2016 ini menyediakan
beberapa aneka makanan, seperti nasi goreng sambal roa, tahu isi keju sambal
roa/kacang , dan tahu isi ayam sambal roa/kacang.

Harganya
terbilang murah, Rp12,000 untuk satu porsi nasi goreng sambal roa, Rp5,000
untuk satu porsi tahu isi keju saos roa/kacang dan tahu isi ayam saos
roa/kacang.

“Kami mengambil ciri khasnya ikan roa karena rasanya enak, ikan roa juga
banyak mengandung nilai gizi yang baik untuk tubuh. Selain
itu, harganya cukup merakyat, dengan harga yang murah maka masyarakat bisa
dngan mudah membelinya,” kata aktivis Pembebasan, Abdi kepada Solidaritas.net, Senin (21/3/2016).

Selain itu, mereka memilih tahu
sebagai menu karena lauk-pauk yang satu ini merupakan salah satu sumber gizi utama untuk rakyat karena harganya murah.  
Menurut
Abdi, usaha mandiri Gerobak tahu 86 semakin hari semakin ramai karena harganya
terbilang murah. Aktivis-aktivis di Kota Palu seperti aktivis Norma Rae,
Presiden Mahasiswa (Presma) UNTAD,  juga
tertarik mengunjungi warug makan sederhana ini. Seperti terlihat dari foto yang
diunggah di laman facebook Gerobak Tahu 86.
Sebarkan..

Tinggalkan Balasan