SPN Tuntut Jokowi Segera Nasionalisasi Tambang Freeport

tambang freeport
Tambang Freeport. Kredit: Wikipedia.org.

Solidaritas.net, Jakarta – Ketua DPP bidang advokasi Serikat Pekerja Nasional (SPN), Djoko Heriyono meminta presiden Joko Widodo untuk tidak lagi memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia. Ia menuntut pemerintah segera melakukan nasionalisasi tambang Freeport, Senin (7/12/2015).

Ia menjelaskan bahwa perusahaan Freeport Mc Moran sangat berkepentingan untuk segera mendapatkan lampu hijau perpanjangan kontrak dari pemerintah RI karena di Amerika sendiri sedang terjadi persiapan pertarungan antara Partai Demokrat dengan Partai Republik dalam merebut kursi kepresidenan.

“Freeport Mc Moran adalah pendana utama dari calon Partai Republik di Amerika. Mereka membutuhkan kepastian kontrak agar operasinya tetap berjalan di Indonesia. Sebagian besar keuntungan Freeport adalah dari Papua. Makanya mereka nekad menggunakan segala cara di Indonesia,” ujar Djoko, dilansir dari Bergelora.com. 

Dinilai, semenjak PT Freeport berdiri di Papua, Indonesia justru tidak menerima pemasukan. Demikian pula dengan masyarakat Papua yang ada di sekitar perusahaan. Oleh karena itu, Djoko Heriyono menyerukan agar seluruh gerakan buruh Indonesia konsentrasi menuntut pemerintah untuk menutup PT Freeport Indonesia. Hal itu dilakukan agar Presiden Joko Widodo segera menasionalisasi tambang emas tersebut.

“Hasil bumi tanah Papua harus diprioritaskan untuk rakyat Papua, sisanya baru baru dibagi dengan nasional. Bukan sebaliknya. Dengan demikian pembangunan di Papua bisa mengejar ketertinggal selama ini,” tegasnya.

Penghasilan bersih PT Freeport Indonesia per hari mencapai 20 juta dolar AS, dan bila dikalikan dalam 31 hari menjadi 620 juta dolar AS. Keuntungan ini setara dengan Rp 5,5 triliun/bulan. Sedangkan pada tahun 2012 tercatat pendapatan PT Freeport naik dari US$ 4,1 miliar menjadi US$ 4,4 miliar tahun 2013. Dari data kenaikan pendapatan itu terlihat laba kotor perusahaan penambang raksasa ini naik dari US$ 1,3 miliar pada 2012 menjadi US$ 1,5 miliar tahun lalu. Hingga saat ini saham mayoritas PT Freeport Indonesia masih didominasi penuh Freeport McMoran dengan komposisi 90,64 persen.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan