Sopir Angkot Mogok dan Buruh Demo Kuasai Jalanan Surabaya

demo buruh surabaya tolak pp pengupahan
Demo buruh di depan Gedung Negara Grahadi (Nurul Arifin/Okezone)

Solidaritas.net, Surabaya – Kawasan tengah kota Surabaya macet total disebabkan oleh mogok kerja ratusan sopir angkot dan ribuan buruh yang berdemo menuntut kenaikan upah serta menolak PP nomor 78 tahun 2015, Kamis (19/11/2015).

Para sopir menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2014 yang mewajibkan angkot harus memiliki badan hukum minimal perseroan terbatas atau koperasi. Sementara, buruh mendesak pencabutan PP No. 78/2015 karena membuat kenaikan upah buruh dipatok berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi belaka.

Sopir angkot berdemo ke gedung DPRD Surabaya dengan memarkir kendaraan mereka memenuhi Jalan Yos Sudarso dan Jalan Gubernur Suryo. Menyusul pukul 13.30, seribuan buruh berdemo di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo.

Dikutip dari Tribunnews.com, Petugas Dishub Surabaya menuturkan ribuan buruh dari Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik tumpah ruah menjejali setiap ruas jalan kota.

Semua jalan protokol Kota Surabaya kini dikuasai ribuan buruh. Sementara aparat dan petugas terus menjaga keadaan.

“Ini kami terus berjaga. Setiap rombongan melintas terus dikawal dan dijaga. Terakhir, buruh terus menguasai jalur mulai masuk Bundaran Waru sampai Dolog. Jalur ini lumpuh,” kata Kasubnit Tantib UPT Terminal Purabaya, Hardjo.

Jalanan semakin macet karena sekelompok buruh yang bergerak dengan cara menuntut motornya.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan