Mahasiswa IISIP Tolak Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi dan Pergub 232

Mahasiswa IISIP Tolak Pergub 232
Aksi mahasiswa IISIP menolak paket kebijakan ekonomi Jokowi dan Pergub 232 mendapatkan pengawalan polisi, 17 November 2015.

Solidaritas.net, Jakarta – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FORMASI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus IISIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015). Dalam aksi itu, mereka menolak paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan oleh Pemerintahan Jokowi dan juga menolak Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.232 tentang penyampaian pendapat di muka umum.

Aksi yang dikawal ketat puluhan polisi ini diisi dengan orasi politik secara bergantian.

“Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah hanya menguntungkan sebagian kecil rakyat Indonesia, yakni mereka kaum modal, seperti pengampunan pajak, para pengusaha mendapat pengampunan pajak, sementara rakyat kecil terus dipaksa bayar pajak, bahkan subsidi dicabut,” ujar korlap aksi, Arfah dalam orasinya.

Pimpinan kolektif Formasi IISIP, Xenos mengatakan Pergub DKI Jakarta No. 232/2015 yang menggantikan Pergub 228 tidak mengalami perubahan substansi.

“Kami menolak jika tidak boleh unjuk rasa di Istana, juga kami sangat menyangkan pelibatan TNI dalam pengamanan unjuk rasa,” kata Xenos.

Para pengunjuk rasa juga menolak pembatasan pengeras suara yang diatur di dalam Pergub 232/2015.

“Sangat tidak masuk akal, pengeras suara dibatasi,” teriak salah seorang orator.

Meski dikawal oleh puluhan polisi, aksi yang berlangsung hingga sore hari ini mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Raya Lenteng Agung. Pada penutupan aksi, Korlap mengancam akan melakukan aksi terus-menerus sampai dengan pencabutan Pergub 232.

Mahasiswa IISIP Tolak Pergub 232-2
FORMASI IISIP menolak paket kebijakan ekonomi Jokowi dan Pergub 232.
Sebarkan..

Tinggalkan Balasan