Gerakan Perlawanan Nasional Lumpuhkan Kawasan Industri di Karawang

massa kpr sweeping pabrik
Massa PPMI-KPR melakukan aksi sweeping di salah satu pabrik.

Solidaritas.net, Jakarta – Menolak PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, PPMI bersama Komite Persatuan Rakyat (KPR) melakukan gerakan perlawanan nasional, Selasa (24/11/2015). Gerakan perlawanan ini diwarnai dengan aksi konvoi.

Akibat aksi konvoi yang dilakukan oleh sekitar 75 ribuan massa ini, beberapa kawasan mengalami lumpuh total. Seperti kawasan Karawang International Industrial City (KIIC) , Surya Cipta, Indotaise dan jalur pantura Klari-Cikampek untuk jalur di luar kawasan pabrik.

PPMI menilai, selama ini pemerintah tidak mendengarkan aspirasi buruh melalui aksi demonstrasi yang mereka lakukan untuk menuntut pencabutan terhadap PP Pengupahan. Sehingga gerakan perlawanan nasional dianggap perlu untuk dilakukan.

Dalam surat instruksi tertanggal 23 November 2015, Nomor 98/A/DPP PPMI/XI/2015 yang ditandatangani langsung oleh presiden PPMI Ahmad Fuad Anwar dan Mas’Ud Ibnu Rasyid selaku Sekjen PPMI, Gerakan perlawanan nasional ini akan berlangsung pada 24-27 November di beberapa kawasan industri dan tempat-tempat yang dianggap stategis untuk menyampaikan aspirasi dan kehendak suara hati buruh.

Selain PPMI (Karawang, Purwakarta, Bekasi), beberapa elemen yang tergabung dalam KPR yaitu GSPB, SGBN, F-SPASI, PPMI-SPSI, SEBUMI NANBU, GSBM, FARKES BEKASI, SBMI, SEDAR, Solidaritas.Net, SP JOHNSON, GEBER BUMN, SGMK, PEMBEBASAN, KPO-PRP, PPR, PPRI, LBH-JAKARTA, F-SBDSI TAPAL BATAS, SPKUI, SPRI, FORUM SP MANDIRI KARAWANG, FKKI Karawang.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan