[Foto] Begini Penampakan Buruh Pabrik Besar Keluar Pabrik

massa buruh honda
Massa buruh Honda di kawasan Indotaisei Karawang. Sumber: Cony F.

Solidaritas.net, Karawang – Sudah menjadi “rahasia umum” di kalangan buruh bahwa buruh-buruh anggota serikat dari pabrik besar biasanya tidak berhenti produksi saat gerakan mogok nasional tiba. Hal ini terjadi juga pada mogok nasional hari pertama, Selasa, 24 November 2015.

Yang dimaksud dengan pabrik besar di sini ialah pabrik yang mempekerjakan buruh ribuan hingga puluhan ribu. Pabrik ini biasanya berada di jajaran puncak dalam rantai pasokan produksi, pabrik ternama, memberikan fasilitas yang bagus dan bonus yang besar. Nama-nama pabrik besar seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Panasonic, Epson dan sebagainya.

Sebagai contoh, buruh pabrik Epson di Cikarang berjumlah 8.700 buruh (tahun 2014), sebagian besar dari mereka bergabung ke Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Di Karawang terdapat pabrik PT Honda Prospect Motor (HPM) yang mempekerjakan 7.500 buruh, sebagian besar berserikat di bawah naungan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) LEM. Dan, masih ada banyak lagi pabrik besar yang jumlahnya ribuan.

Buruh-buruh dari pabrik besar ini yang biasanya memegang kepemimpinan di serikat-serikat buruh karena iuran (COS) yang besar dan penentuan suara pemilihan berdasarkan jumlah anggota.

Menempati posisi pengurus serikat di tingkat cabang sampai puncak tak serta merta membuat buruh-buruh anggota di pabrik besar bermilitansi tinggi. Biasanya, justru pengurus-pengurus serikat yang “melindungi” pabrik-pabrik mereka dari pemogokan dan aksi sweeping. Hal ini menjadi menjengkelkan bagi serikat di pabrik yang massanya¬†hanya ratusan (pabrik kecil) yang sudah mati-matian berupaya menghentikan produksi, sedangkan pabrik-pabrik besar yang justru ada pengurus di situ, masih tetap beroperasi. Resiko besar tentunya ditanggung buruh yang mogok.

Karena jumlah massanya banyak, keterlibatan mereka dalam aksi dan pemogokan juga sebenarnya menentukan.

Begini penampakan massa buruh dari satu pabrik besar, PT. Honda Precision Part Manufacturing (HPPM) , yang keluar dari pabrik untuk mengikuti pemogokan di kawasan Indotaisei, Karawang, Selasa (24/11/2015):

mogok kawasan indotaisei cikampek
Arak-arakan buruh Honda di kawasan Indotaisei Karawang. Sumber: Nursan.

Bagaimana? Massa yang besar, bukan? Bayangkan saja kalau massa di pabrik-pabrik besar itu justru tidak keluar saat pemogokan dan tetap bekerja yang dalam banyak kasus justru dilindungi oleh perangkat setempat. Berapa kekuatan yang berkurang?

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan